Rabu, 30 November 2016

Jangan Susu Dibalas Tuba


Jangan Susu Dibalas Tuba

"Silsilah Faedah Ilmiah dari Kalam Para Ulama dan Ahli Hikmah"

=============================
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-
=============================

Dalam bermuamalah, sering kali muncul gesekan dari orang-orang yang berlaku buruk. Seorang mukmin yang baik menghadapinya dengan santun dan sabar, serta memberinya nasihat yang menuntunnya kepada jalan yang terbaik, serta mencari jalan dalam menata hidup saudaranya yang berlaku buruk dan mendoakan kebaikan baginya. 

Itulah bimbingan wahyu yang hendaknya dijalani oleh seorang mukmin, yang menunjukkan bentuk kesyukurannya kepada Allah Yang tidak memberinya akhlak yang buruk.

Al-Imam Abul 'Aun As-Safariniy -rahimahullah- berkata,
وَمِنْ كَلَامِ الْحُكَمَاءِ : مَنْ أَحْسَنَ إلَى مَنْ أَسَاءَ إلَيْهِ فَقَدْ أَخْلَصَ لِلَّهِ شُكْرًا ، وَمَنْ أَسَاءَ إلَى مَنْ أَحْسَنَ إلَيْهِ فَقَدْ اسْتَبْدَلَ نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا

Selasa, 29 November 2016

Tabligh Akbar Salafiyah SulBar I "Islam Agama Rahmat dan Kasih Sayang"


Dengan mengharap Ridha Allah 
Hadirilah (insya Allah)

Tabligh Akbar Salafiyyah SulBar I

"Islam Agama Rahmat dan Kasih Sayang"
Sabtu & Ahad,
11 dan 12 Rabi'ul Awal 1438 H / 10 dan 11 Desember 2016 M

Masjid Raya Suada Mamuju
Sulawesi Barat

Sabtu, 11 Rabi'ul Awal 1438 H / 10 Desember 2016 M

=Sesi Pertama=

Pemateri :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc –hafizhahullah-
Materi :
"Islam Bukan Sekedar Identitas"
Waktu :
pukul 09.00 - sebelum shalat zhuhur


=Sesi Kedua=

Pemateri :
Ustadz Salman Mahmud –hafizhahullah-
Materi :
"Sepuluh Pembatal Keislaman"
Waktu :
Setelah Shalat Zhuhur - selesai

Ahad, 12 Rabi'ul Awal 1438 H / 11 Desember 2016 M

=Sesi ketiga=

Pemateri :
Ustadz Khaidir M. Sunusi –hafizhahullah-
Materi :
"Penyakit Hati dan Penawarnya"
Waktu :
pukul 09.00 - sebelum Shalat Zhuhur


=Sesi Keempat=

Pemateri :
Ustadz Musaddad –hafizhahullah-
Materi :
"Inilah Dakwah Salafiyah"
Waktu :
Setelah Shalat Zhuhur - selesai

TERBUKA GRATIS DAN UMUM UNTUK MUSLIMIN DAN MUSLIMAH

Insya Allah, disiarkan langsung melalui Radio As Sunnah Mamuju, via situs : www.al-mamujuwy.com

Kontak Panitia :
- Andri : 081241171699
- Arianto : 0812 4381 4314

Pelaksana :
Majelis Ta'lim As Salafiyah Mamuju

Bekerjasama dengan :
Pemerintah Kab. Mamuju


Sabtu, 26 November 2016

Sikap yang Benar kepada Pemerintah Muslim

Hasil gambar untuk ‫معاملة الحكام‬‎
Sikap yang Benar kepada Pemerintah Muslim
oleh : Ust. Wira Bahrun Mandiri -hafizhahullah-

Soal:

Belakangan ini marak sekali postingan di berbagai media yang menjelek-jelekkan pemerintah kita. Bagaimana sikap sebenarnya yang harusnya kita tempuh dalam bermuamalah dengan pemerintah?

Jawab:

Sikap yang hendaknya ditempuh oleh seorang muslim dalam bermuamalah dengan pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin selama yang diperintahkan bukan kemaksiatan

Di dalam Al Quran, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (An Nisa’: 59)

Demikian juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ , وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكَ عَبْدٌ
“Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya”. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, hasan shahih)

Jumat, 11 November 2016



Kajian Rutin Polman-Sulbar

SESI PERTAMA

Materi
Masa & Tempat Keluarnya Dajjal
(Kitab Asyrootus Sa'ah)

Pemateri
Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Tempat
Masjid Hijau, Purworejo, Wonomulyo, Polman

Waktu
10.00 – 12.00

===========================

SESI KEDUA

Materi
Al-Kaba'ir
(Kumpulan Dosa-dosa Besar)
karya Al-Hafizh Adz-Dzahabiy -rahimahullah-

Pemateri
Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Tempat
Masjid Hijau, Purworejo, Wonomulyo, Polman

Waktu

antara Maghrib – Isya'

Sabtu, 22 Oktober 2016

Do'a Berbuka Puasa [Kumpulan Hadits-hadits Lemah]


Do'a Berbuka Puasa
[Kumpulan Hadits-hadits Lemah]

Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu- berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
"Apabila Nabi -Shollallahu 'alaihi wasallam- berbuka, maka beliau berdo'a,
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
"Ya Allah, karena Engkau aku berpuasa, dengan rezqi-Mu aku berbuka. Ya Allah, terimalah (amal sholeh) dariku; Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".". [HR. Ad-Daruquthniy dalam Sunan-nya (26), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (12720)]

Peran Nyata Kaum Agamawan, Ulama dan Santri dalam Merintis Kemerdekaan dan Melawan Kaum Penjajah Misionaris Belanda


Peran Nyata Kaum Agamawan, Ulama dan Santri dalam Merintis Kemerdekaan dan Melawan Kaum Penjajah Misionaris Belanda
===================================

Kemerdekaan Indonesia yang kini telah memasuki tahun ke-71 diraih melalui perjuangan panjang. Para Kiyai, bersama santri dan umat Islam sejak awal telah berjuang menentang kolonialisme, jauh sebelum kehadiran para mahasiswa yang pulang dari Eropa.

Sebagaimana disampaikan sejarawan Universitas Indonesia, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, kemerdekaan Indonesia adalah rangkaian sejarah panjang dalam menghadapi kolonialisme. Yang dihadapi bangsa Indonesia kala masa kolonialisme Belanda, bukan hanya pasukan penjajah tetapi juga birokrasi kolonial. Mereka itu adalah bangsawan, raja-raja yang menjadi pendukung Belanda setelah kalah perang.

“Jadi siapa yang melawan, hampir dipastikan yang melawan bukan kelompok bangsawan atau orang-orang yang menjadi birokrasi kolonial. Karena mereka pegawainya Belanda,” kata Tiar kepada Kiblat.net, Ahad (14/08) di Jakarta.

Senin, 17 Oktober 2016

Tonggak-tonggak Kekafiran


Tonggak-tonggak Kekafiran
oleh : Ustadz 'Abu Abdillah Sahl

Kekafiran memiliki tonggak dan pilar-pilar sebagaimana hal rumah memiliki pilar penopang yang membentuk sebuah rumah.

Kekafiran juga memiliki tonggak dan pilar yang membentuk kekafiran pada diri manusia. Hendaknya semua pilar ini kita robohkan dr diri kita agar kita selamat darinya.

AL-IMAM IBNUL QOYYIM -rahimahullah- berkata,
أركان الكفر أربعة :

الكبر والحسد والغضب والشهوة،

فالكبر يمنعه الانقياد،
والحسد يمنعه قبول النصيحة وبذلُها، والغضب يمنعه العدل،
والشهوة تمنعه التفرُّغ للعبادة.


فإذا انهدم ركن الكبر سَهُل عليه الانقياد،

وإذا انهدم ركن الحسد سَهُل عليه قبول النصح وبذلُه،

وإذا انهدم ركنُ الغضب سَهُل عليه العدل والتواضع،

وإذا انهدم ركن الشهوة سَهُل عليه الصبر والعفاف والعبادة.

وزوال الجبال عن أماكنها أيسر مِن زوال هذه الأربعة عمَّن بُلي بها.