Tampilkan postingan dengan label Faedah Ilmiyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faedah Ilmiyyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2017

Nilai Tinggi Menjaga Persatuan



Nilai Tinggi Menjaga Persatuan

oleh :
Ust. Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc.
-hafizhahullah-

Di dalam kehidupan di sebuah komunitas kecil, terkadang muncul riak-riak yang merusak persatuan. 

Terlebih lagi jika kehidupan itu adalah dalam sebuah negara yang menghimpun berbagai jenis ras, agama, tendensi, dan latar belakang yang berbeda.

Menyatukan keragaman yang majemuk seperti ini adalah sesuatu yang berat. Belum lagi, terkadang sebagian pihak lebih mendahulukan egonya sehingga, di saat pemerintah dan penguasa yang mengayominya tidak memenuhi hasrat dan harapannya, ia pun dengan mudahnya menuduh penguasa itu zhalim dan curang. 

Lalu, ujung-ujungnya menghasut masyarakat untuk membuat kekacauan dan pemberontakan sehingga manusia berpecah belah.

Dalam hal ini, Imam Abul Fadhl Qara’us bin Al-Abbas Ats-Tsaqafiy Al-Qurthubiy (wafat 220 H) –rahimahullah- berkata,
سُلْطَانٌ جَائِرٌ سَبْعِيْنَ سَنَةً خَيْرٌ مِنْ أُمَّةٍ سَائِبَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ.
“Penguasa yang zhalim selama tujuh puluh tahun adalah lebih baik dibandingkan umat yang berpecah belah sesaat dari waktu siang.”
[Tartîb Al-Madârik 2/493 karya Al-Qadhi ‘Iyâdh]

Rabu, 30 November 2016

Jangan Susu Dibalas Tuba


Jangan Susu Dibalas Tuba

"Silsilah Faedah Ilmiah dari Kalam Para Ulama dan Ahli Hikmah"

=============================
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah, Lc. -hafizhahullah-
=============================

Dalam bermuamalah, sering kali muncul gesekan dari orang-orang yang berlaku buruk. Seorang mukmin yang baik menghadapinya dengan santun dan sabar, serta memberinya nasihat yang menuntunnya kepada jalan yang terbaik, serta mencari jalan dalam menata hidup saudaranya yang berlaku buruk dan mendoakan kebaikan baginya. 

Itulah bimbingan wahyu yang hendaknya dijalani oleh seorang mukmin, yang menunjukkan bentuk kesyukurannya kepada Allah Yang tidak memberinya akhlak yang buruk.

Al-Imam Abul 'Aun As-Safariniy -rahimahullah- berkata,
وَمِنْ كَلَامِ الْحُكَمَاءِ : مَنْ أَحْسَنَ إلَى مَنْ أَسَاءَ إلَيْهِ فَقَدْ أَخْلَصَ لِلَّهِ شُكْرًا ، وَمَنْ أَسَاءَ إلَى مَنْ أَحْسَنَ إلَيْهِ فَقَدْ اسْتَبْدَلَ نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا